Bengkulu Tanpa Sepakbola di PON Papua, Babul: Gubernurnya Dak Padek
Foto : Babul Hairin Mantan Atlit Panjat Tebing Provinsi Bengkulu
Siberzone.id, Bengkulu - Final, ada 15 cabor (cabang olahraga) yang akan diberangkatkan ke PON XX Papua pada Desember 2021.
Hal tersebut diketahui setelah hal itu dibahas di Rakerprov KONI Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu.
Babul Hairin, tokoh olahraga senior Bengkulu menilai, bahwa hal ini sangat mengecewakan, dimana dari 15 cabor yang akan diberangkatkan tidak ada cabor sepakbola, dimana cabor ini merupakan olahraga favorit bagi masyarakat Indonesia.
"Sepakbola Itu cabang olahraga favorit dan memiliki penonton yang paling banyak, kalau untuk medali, kemungkinan tidak akan mendapatkan mendali, tapi paling tidak, dengan bermain di Papua, bisa memperbaiki posisi Bengkulu di peta bola nasional, kita ketahui bersama saat porwil beberapa waktu lalu sepakbola Bengkulu masuk 10 besar, jika dimainkan, diyakini akan bisa memperbaiki posisi Bengkulu di PON berikutnya, kalau sekarang Bengkulu termasuk dalam 12 tim nasional dari 34 provinsi di Indonesia," tegas Babul kepada wartawan siberzone.id, Minggu, 23 Mei 2021 di ruang kerjanya.
Alangkah naif, lanjut Babul, jika kemudian Bengkulu tidak bisa bertanding dengan alasan anggaran, karena memang olahraga ini membutuhkan anggaran yang lebih besar, itu bisa di akali dengan dana CSR, dan Gubernur Bengkulu bisa melakukan itu dan beliau bisa memikirkan itu, asal saja beliau mau.
"Dan banyak sekali mantan-mantan pemain PS Bengkulu, kalau nanti PS Bengkulu tidak diberangkatkan saat PON Papua, maka Gubernur nya dak padek, jadi masih ada harapan untuk PS Bengkulu berangkat ke Papua, saya punya pengalaman memasukkan panjat tebing di PON pada tahun 2000, padahal awalnya panitia tidak memasukkan, dan semangat itu saya berharap ada di Gubernur Bengkulu," lanjut Babul Hairin.
Untuk biaya tiket pesawat, tambah Babul, jika kita chek di Traveloka harga termahal per tanggal 20 September 2021 sebesar Rp. 4,2 juta.
"Dan semua makan serta penginapan dan akomodasi itukan 100% di tanggung panitia, dan biasanya sepakbola itu dimainkan di awal dan menurut panitia PON, di tanggal 23 September 2021, ada cabor yang dimainkan, jadi bisa kita kalikan saja berapa biaya pulang-pergi atlit dan ofisial sepakbola, jika yang akan di berangkatkan itu berjumlah 20 orang, dan saya juga berharap besar kepada para calon Ketua KONI Provinsi Bengkulu," pungkas Babul.
Saat dikonfirmasi kepada Plt Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Sanuludin, mengenai alasan sepak bola tidak bisa berangkat PON, karena sesungguhnya ini adalah kesempatan pertama tim sepakbola Bengkulu setelah sekian lama tidak berlaga di PON.
"Kondisi keamanan di Papua, wabah pandemi c19 masih belum membaik juga keterbatasan anggaran yang ada di KONI Provinsi Bengkulu, yang menyebabkan sepakbola tidak bisa berangkat," jelas Sanuludin.
Adapun alasan mengapa tidak menggunakan dana CSR, Sanuludin mengatakan itu urusan pemerintah.
"Urusan pemerintah itu dik Koni tidak bisa langsung harus izin dengan pemerintah," pungkas Sanuludin.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Atisar Sulaiman menyampaikan, bahwa tidak dapat berangkatnya tim PS Bengkulu lebih pada kondisi yang tidak memungkinkan.
"Kondisi keamanan, kondisi pandemi, target perolehan medali dan kondisi anggaran, beberapa penyebab tidak dapatnya sepakbola Bengkulu Untuk ikut PON Papua, apalagi kondisi KONI saat ini masih menghadapi masalah," jelas Atisar.
Untuk anggaran yang ada KONI saat ini, Atisar menjelaskan belum ada dari pihak lain.
"Dana untuk sementara dari APBD," tutup Atisar. (S1000).
- 323737 views