Gubernur Rohidin Sebut Penggunaan Buzzer Berbahaya dan Dapat Merugikan
Siberzone.id - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebut keberadaan buzzer sudah banyak sekali digunakan dalam pesta demokrasi dan tentunya hal tersebut sangat merugikan.
"Kita banyak sekali menemui buzzer, bukan hanya di Pilkada, pada waktu Pilpres juga, kadang-kadang buzzer ini seolah-olah sudah menjadi bagian dari kegiatan kampanye, tapi menurut saya itu hal yang sangat merugikan masyarakat," kata Gubernur Rohidin di Bengkulu.
Keberadaan buzzer ini jika digunakan untuk tujuan negatif tentunya akan memberikan dampak buruk. Misalnya buzzer digunakan sebagai serangan untuk menjatuhkan lawan politik di media sosial, hal ini tentu sangat berbahaya dan merugikan orang lain.
Lebih Lanjut, Gubernur Rohidin berharap agar semua pihak dapat bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital lainnya.
"Kalau kita tidak hati-hati, ini justru membahayakan dan merugikan kita sendiri. Dan jika informasi yang ada kita ikut sebarkan, artinya kita masuk dalam jejaring yang membuat kerusakan di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.
Ditambahkan Gubernur, calon-calon kepala daerah yang ada dan ikut dalam kontestasi politik seharusnya dapat mengembalikan demokrasi yang bersih.
Untuk diketahui, istilah buzzer sedang banyak dibicarakan di masyarakat lantaran untuk menyebutkan sekelompok orang yang berperan mempengaruhi opini publik dengan tujuan tertentu.
Di dunia media sosial yang berkembang pesat saat ini, buzzer sering dikaitkan dengan isu politik tertentu, sebab memang biasa dimanfaatkan untuk kampanye tokoh-tokoh politik di media sosial.
Reporter : Erin Andani
Editor : Nur leli
- 250024 views